Ulama Istiqomah Khittah NU, KH. Zezen Zainal Abidin Bazul Asyhab Wafat

Ulama Istiqomah Khittah NU, KH. Zezen Zainal Abidin Bazul Asyhab Wafat

 Inna lillahi wainna ilaihi rooji’un Telah wafat, Ulama NU yang istiqomah dengan Khittah, KH Zezen Zaenal Abidin Bazul Asyhab Bin KH Zayadi pagi hari ini, Kamis 19 November / Khomis 7 Shofar 1437H jam 07.10 WIB.

image

Kyai yang akrab disapa Ajengan Zezen ini adalah adalah pengasuh Pondok Pesantren Az- Zainiyah, Nagrog, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Beliau dikenal sebagai pengamal Tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah (TQN) dan duduk sebagai Wakil Rais Syuriyah Jawa Barat serta Rais Idaroh JATMAN di tingkat pusat. Selain itu beliau juga menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi.

Beberapa waktu lalu usai Muktamar Jombang, Ulama kharismatik ini juga mengeluarkan maklumat penting pasca Muktamar NU ke-33 di alun-alun Jombang Jawa Timur setelah sikap mufaroqoh dari Pondok Tebuireng, Pondok Sukorejo Situbondo, PWNU NTB dan yang lainnya.

Ajengan Zezen menegaskan bahwa NU kini mengalami pendangkalan dan pergeseran dari nilai- nilai luhur Khittah NU. Padahal khitah NU, menurut beliau, adalah syumul, agung dan mulya.

”Bobot ilmu para tokoh (NU) semakin menurun, akhlakul karimah semakin tidak nampak,” kata Kiai Zezen dalam keterangan tertulisnya yang ditandatangani lengkap dengan stempel Pesantren Az- Zainiyyah.

Beliau juga mencatat bahwa kini bimbingan kepada umat semakin tidak terasa di akar rumput. “Karena di kalangan tokoh-tokoh NU terjadi pergeseran kepentingan sesaat yang terlepas dari khittah NU,” kata kiai berpengaruh di Jawa Barat itu.

Karena itu ia mengajak seluruh ulama, tokoh NU dan warga NU untuk berpegang teguh pada khitah NU dan melakukan upaya dhahir dan batin agar NU tidak disusupi pemikiran-pemikiran di luar Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) An- Nahdliyah dan ideologi yang merongrong Pancasila, UUD 1945, bhinneka tunggal ika dan NKRI.

Menurutnya, kita harus bersyukur karena pada 1926 Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari mendirikan NU sehingga kita mempunyai wadah yang syumul, mencakup seluruh aturan Allah dan Rasulullah. Beliau menegaskan bahwa NU memiliki para tokoh yang ahli dalam ilmu dan sangat dalam di wilayah qalbu (hati).

”Sehingga layak disebut pencetak para wali Allah atau pengikut para wali yang baik,” tutupnya.

Redaksi NUGarisLurus.com menyatakan berbela sungkawa yang sedalam -dalamnya. Semoga Allah merahmati beliau dan memberi ganti orang -orang yang semisal beliau dengan yang lebih banyak lagi. Aamiin

Iklan

Tentang desyamsularifcom

Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cinta-Mu Hingga tak ada satupun yang mengganguku dalam jumpa-Mu
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Islam Agamaku. Tandai permalink.