7 Nilai di Film Wiro Sableng yang Bisa Lo Terapkan

7 Nilai di Film Wiro Sableng yang Bisa Lo Terapkan

By Nural / 04 September 2018

*Spoiler Alert: Artikel ini mengandung sedikit bocoran film yang bisa aja mengganggu buat lo yang belum nonton.

Film Wiro Sableng menjadi salah satu film blockbuster Indonesia yang menyenangkan. Bagaimana enggak? Bagi sebagian orang, film ini menjadi tontonan nostalgia yang bisa menghadirkan pahlawan masa kecil ke layar lebar. Selain sosok pahlawan jadi hal yang mencuri perhatian, pelajaran dan nilai di film Wiro Sableng juga bisa berguna.

Film yang menampilkan sosok pahlawan memang seharusnya bisa menjadi panutan. Apalagi, sosok Wiro Sableng dan pendekar lainnya jadi karakter favorit yang diidolakan. Tentunya, banyak pelajaran yang bisa diambil demi edukasi maupun sebagai hiburan. Penasaran?

Berikut, tujuh nilai di film Wiro Sableng yang bisa lo terapkan di kehidupan sehari-hari. Yuk, simak!

1. Sopan kepada orang yang lebih tua

Wiro Sableng memang dibesarkan di gunung dan terisolasi dari kehidupan luar. Makanya, ajaran dari gurunya, Sinto Gendeng, masuk ke hati dan jiwanya. Termasuk, ajaran untuk bersikap sopan dan menghormati kepada orang yang lebih tua. Seperti yang lo lihat bagaimana Wiro “menunduk” kepada gurunya. Dia juga merupakan sosok yang penurut.

2. Berorientasi pada proses

Sejak kecil, Wiro dididik untuk menjadi pendekar secara jiwa dan hati. Makanya, bukan hal yang mudah bagi Sinto Gendeng untuk mendidiknya. Meski butuh belasan tahun untuk mendidik Wiro, Sinto Gendeng enggak menyerah. Dia percaya bahwa proses enggak mengkhianati hasil. Makanya, dia sabar untuk membentuk Wiro jadi sebenar-benarnya pendekar dan menyerahkan Kapak Maut Naga Geni 212.

3. Hindari rasa ambisius

Sebaliknya kalau lo punya rasa ambisius, malah bikin hati dipenuhi kegelapan. Seperti yang dilakukan Mahesa Birawa ketika jadi murid Sinto Gendeng. Dia enggak sabaran dan pengen mendapatkan Kapak Maut Naga Geni 212. Karena hatinya dipenuhi rasa egois, bikin hidupnya juga dipenuhi rasa ambisius, dendam, dan serakah. Seperti yang kita tahu, hidup dengan hati negatif, bikin semuanya enggak tentram.

4. Enggak suka ikut campur

Wiro memang pendekar dari gunung yang terbilang antisosial. Makanya, dia berperilaku sesuai apa yang menurutnya baik. Dia enggak suka ikut campur urusan orang lain. Kalau dibilang enggak peka, itu hanya berlaku soal perasaan cewek, bukan soal keadaan sekitar. Bisa dibilang, dia menganut paham “senggol, bacok!” Kalau lo enggak ada masalah dengannya dan tiba-tiba nyerang, siap-siap diserang jurusnya.

Baca juga 10 Jagoan di Film Wiro Sableng yang Curi Perhatian

5. Saling percaya satu sama lain

Film pertama dari trilogi Wiro Sableng ini juga menampilkan pertemuan Wiro dengan sahabat-sahabat pendekarnya seperti Anggini dan Bujang Maut Tapak Sakti. Pertemuan mereka terbilang bukan pertemuan yang baik-baik alias mereka harus beradu mulut terlebih dahulu untuk saling mengenal. Namun dalam satu peristiwa, mereka bisa langsung saling percaya untuk sama-sama memberantas penjahat kegelapan yang ingin menghancurkan kerajaan.

6. Menolong tanpa pamrih

Semua pendekar di film Wiro Sableng menganut nilai menolong tanpa pamrih. Harus diakui, nilai ini jadi salah satu nilai penting yang harus ditampilkan dalam film bertema superhero. Nilai ini dikemas sedemikian rupa demi ngena di hati penonton. Apalagi, buat menanamkan nilai ke anak-anak.

7. Motivasi tinggi

Sejak kecil, Wiro ditanamkan untuk jadi pendekar yang manusiawi. Wiro memang enggak kenal dunia luar selama belasan tahun, tapi bukan berarti dia takut. Dia malah penasaran dan tertarik untuk mempelajari dunia luar. Apalagi, pas dikasih misi oleh Sinto Gendeng untuk membawa mantan muridnya yang membangkang, lo bakal lihat semangat dan niatnya yang tinggi.

***

Nilai di film Wiro Sableng banyak yang positif dan ngasih lo inspirasi dalam menjalani kehidupan. lo enggak hanya dikasih pelajaran dalam bermasyarakat, tapi juga jadi manusia yang berguna bagi sekitar. Nah, buat lo yang udah nonton film Wiro Sableng, ada makna dalam film yang ngena di hati lo, enggak? Share di kolom komentar, ya!

Tentang desyamsularifcom

Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cinta-Mu Hingga tak ada satupun yang mengganguku dalam jumpa-Mu
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Banten. Tandai permalink.